Hidup Sebatang Kara, Bantu Ringankan Beban Emak Entin

Penderma.id

Total Kebutuhan:

Rp 70.000.000

Wanita paruh baya kelahiran sukabumi ini hidup sebatang kara dalam gubuk yang sejak lama ia tinggali Bersama sang suami yang sudah meninggal sejak 32 tahun yang lalu, Mak Entin saat ini sudah tidak lagi bisa berjalan normal karna kaki sebelah kanan pernah kecelakaan 4 tahun yang lalu, hingga kini beliau untuk menafkahi dirinya hanya bisa mengandalkan dari pemberian warga sekitar gubuknya.

Karna tidak mempunyai anak untuk membantu emak, terkadang hanya untuk makan dalam seminggu emak bisa berpuasa sampai 3 hari, dan hanya nasi saja yang jadi andalan emak untuk mengisi perut yang kosong, kondisinya yang sudah tua membuat emak hanya bisa pasrah dalam hidupnya.


Kesulitan saat berjalan alih – alih hanya untuk beraktifitas normal saja kadang suka terjatuh, Gubuk yang tak layak Mak Entin bernaung sudah reot, saat malam tiba untuk tidur emakpun sering terganggu oleh tikus yang lalu Lalang di kamar yang kondisinya sudah hancur, dingin yang menyelimuti, dan serpihan – serpihan kayu jatuh diatas muka, hanya bisa berpasrah diri.


Harapan Emak Entin saat ini ingin bisa makan dengan layak dan ingin memperbaiki gubuk yang menjadi andalan hidupnya.

Disclaimer:

1.Donasi hanya akan disalurkan kepada penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan 

2.Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain (penerima manfaat yang sejenis) di luar cerita halaman galang dana ini yang telah memenuhi syarat & ketentuan yang ditetapkan oleh penderma.id 

3.Tim penderma akan menentukan pemilhan penyaluran bantuan berdasarkan bebagai faktor, seperti urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan faktor lainnya 

4. Cerita yang ada di halaman campaign ini akan diganti secara berkala sesuai dengan topik & kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.


 kartika
kartika - Rp 10.000
 Dedy
Hamba Allah - Rp 10.000
 Andy
Andy - Rp 20.000
 Festy
Festy - Rp 50.000

Wanita paruh baya kelahiran sukabumi ini hidup sebatang kara dalam gubuk yang sejak lama ia tinggali Bersama sang suami yang sudah meninggal sejak 32 tahun yang lalu, Mak Entin saat ini sudah tidak lagi bisa berjalan normal karna kaki sebelah kanan pernah kecelakaan 4 tahun yang lalu, hingga kini beliau untuk menafkahi dirinya hanya bisa mengandalkan dari pemberian warga sekitar gubuknya.

Karna tidak mempunyai anak untuk membantu emak, terkadang hanya untuk makan dalam seminggu emak bisa berpuasa sampai 3 hari, dan hanya nasi saja yang jadi andalan emak untuk mengisi perut yang kosong, kondisinya yang sudah tua membuat emak hanya bisa pasrah dalam hidupnya.


Kesulitan saat berjalan alih – alih hanya untuk beraktifitas normal saja kadang suka terjatuh, Gubuk yang tak layak Mak Entin bernaung sudah reot, saat malam tiba untuk tidur emakpun sering terganggu oleh tikus yang lalu Lalang di kamar yang kondisinya sudah hancur, dingin yang menyelimuti, dan serpihan – serpihan kayu jatuh diatas muka, hanya bisa berpasrah diri.


Harapan Emak Entin saat ini ingin bisa makan dengan layak dan ingin memperbaiki gubuk yang menjadi andalan hidupnya.

Disclaimer:

1.Donasi hanya akan disalurkan kepada penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan 

2.Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain (penerima manfaat yang sejenis) di luar cerita halaman galang dana ini yang telah memenuhi syarat & ketentuan yang ditetapkan oleh penderma.id 

3.Tim penderma akan menentukan pemilhan penyaluran bantuan berdasarkan bebagai faktor, seperti urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan faktor lainnya 

4. Cerita yang ada di halaman campaign ini akan diganti secara berkala sesuai dengan topik & kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.


kartika
kartika - Rp 10.000
Dedy
Hamba Allah - Rp 10.000
Andy
Andy - Rp 20.000
Festy
Festy - Rp 50.000

Top