AMAL JARIYAH ! YUK BANTU MADRASAH TERPAL AGAR TIDAK AMBRUK

Penderma.id

Total Kebutuhan:

Rp 120.000.000

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a Anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Madrasah Al-Mubarokah yang terancam ambruk, merupakan satu-satunya tempat mengaji bagi anak-anak di kampung Cikawari, Kabupaten Bandung. Mirisnya lagi, Madrasah yang biasa digunakan itu hanya berupa saung beratapkan plastik dan beralaskan tikar tanpa dinding. Sehingga, jika sedang hujan, kegiatan mengaji diliburkan karena khawatir akan ambruk dan menimpa anak-anak yang sedang mengaji.


 “Bapak sangat berharap Madrasah ini bisa dibangun dengan kokoh dan layak, sebab cuma ini satu-satunya madarasah yang berada dikampung ini”, ujarUstadz Dede (59 Tahun), pengajar di Madrasah Al-mubarokah dengan penuh harap.

Ustadz Dede mengabdikan waktunya untuk mengajarkan ilmu agama dan mengaji di kampungnya. Dalam pengabdiannya sebagai guru ngaji, Ustadz Dede tidak dibayar karena mayoritas warga sekitar merupakan buruh tani dengan penghasilan yang tidak seberapa. Bahkan, Ustadz Dede Ikhlas mewakafkan sebidang tanahnya untuk dijadikan tempat mengaji anak-anak meski bangunannya hanya berupa Saung.

 “Saya ikhlas Pak, karena niatan saya dari awal mendirikan madrasah ini hanya untuk mencari pahala buat bekal di akhirat nanti. Masalah rezeki mah sudah Allah atur… yang terpenting Anak-anak tetap semangat ngajinya itu sudah membuat saya semangat untuk mengajar” ucap Ustadz Dede.


Ustadz Dede tinggal bersama Istrinya di rumah panggung dengan dinding dari anyaman Bambu. Mereka hanya tinggal berdua saja, sedangkan anak-anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah dengan mereka. Untuk membantu suaminya, istri Ustadz Dede berjualan Seblak dan jajanan anak di bagian rumahnya yang dijadikan Warung sederhana. Dalam sehari, penghasilan dari warungnya tersebutm paling besar hanya 70 ribu perhari, itupun belum dipotong untuk modal.

“Alhamdulillah Pak… meski tidak banyak pendapatan dari warung ini, tapi insyaAllah cukup buat makan Kami berdua….”, ujar Ustadz Dede.

Setiap hari, Ustadz Dede melangkahkan kakinya menyusuri gang yang sepit menuju madrasah tempat Ia mengajar ngaji. Cape….Pasti..namun hal itu tidak menjadi masalah buat beliau, apa lagi dalam hal berdakwah padahal usianya sudah lanjut. Setiap harinyam Ustadz Dede mempersiapkan tempat untuk mengaji anak-anak,  dari mulai menyiapkan meja untuk kitab, memasang tikar sampai membersihkan papan tulis. Semua hal tersebut, beliau lakukan tanpa mengeluh. Tekadnya hanya satu, yaitu mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak kampung.

Sudah puluhan tahun Ustadz Dede mengabdi sebagai guru ngaji di kampung Cikawari ini, bahkan ada beberapa Orang tua dari anak yang saat ini menjadi muridnya. Saat ini, tidak kurang dari 40 anak yang belajar mengaji di Madrasah Al-Mubarokah, mulai dari jam 1 siang hingga selepas Maghrib, secara bergantian sesuai dengan kelas dan umur.

Sudah puluhan Tahun Madrasah Al-Mubaroqah ini tidak memiliki bangunan yang permanen. Sehingga, bangunan yang ada saat ini terlihat sangat tidak layak dan memadai untuk dijadikan tempat belajar mengaji. Atap madrasah hanya ditutupi dengan Plastik yang sudah sobek di beberapa bagiannya. Lantai yang masih tanah, hanya dialas dengan tikar ala kadarnya. Begitupun tiang-tiang penyangga yang hanya terbuat dari bambu atau kayu yang sudah rapuh.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 261)

#parapenderma, terbayang tidak, berapa banyak pahala yang akan didapatkan jika ikut berdonasi dalam pembangunan Madrasah Al-mubaroqah ini ? Akan ada puluhan, bahkan ratusan atau ribuan Anak yang bisa membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qu’an di Madrasah ini, belum lagi hafalan tersebut mereka gunakan untuk shalat dan mengaji setiap harinya selama hidup mereka. Apakah SahabtKU tidak tergiur dengan Pahala jariyah yang terus mengalir ini?

Mari kita ambil bagian dalam pembangunan Madrasah Al-mubaroqah, sekaligus mari Kita wujudkan Impian Anak-anak di kampung Cikawari untuk memiliki sebuah tempat mengaji ( Madrasah) yang layak dan Luas, dengan menyisihkan sebagian rezeki SahabatKU.

 

Disclaimer : Dana yang terkumpul dari penggalangan dana ini, akan digunakan untuk merenovasi Madrasah dan memenuhi sarana prasarana Madrasah Al-Mubaroqah. Jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk keperluan Masjid, Madrasah, Rumah Tahfidz dan Pondok pesantren lainnya, serta untuk program dan para penerima manfaat lain yang berada di bawah naungan penderma.id

 Baiq diana amalia
Hamba Allah - Rp 10.000
 Gathan Nayaka
Gathan Nayaka - Rp 10.000
 Salman Alfarisi
Salman Alfarisi - Rp 10.000
 Hamba Allah
Hamba Allah - Rp 20.000

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a Anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Madrasah Al-Mubarokah yang terancam ambruk, merupakan satu-satunya tempat mengaji bagi anak-anak di kampung Cikawari, Kabupaten Bandung. Mirisnya lagi, Madrasah yang biasa digunakan itu hanya berupa saung beratapkan plastik dan beralaskan tikar tanpa dinding. Sehingga, jika sedang hujan, kegiatan mengaji diliburkan karena khawatir akan ambruk dan menimpa anak-anak yang sedang mengaji.


 “Bapak sangat berharap Madrasah ini bisa dibangun dengan kokoh dan layak, sebab cuma ini satu-satunya madarasah yang berada dikampung ini”, ujarUstadz Dede (59 Tahun), pengajar di Madrasah Al-mubarokah dengan penuh harap.

Ustadz Dede mengabdikan waktunya untuk mengajarkan ilmu agama dan mengaji di kampungnya. Dalam pengabdiannya sebagai guru ngaji, Ustadz Dede tidak dibayar karena mayoritas warga sekitar merupakan buruh tani dengan penghasilan yang tidak seberapa. Bahkan, Ustadz Dede Ikhlas mewakafkan sebidang tanahnya untuk dijadikan tempat mengaji anak-anak meski bangunannya hanya berupa Saung.

 “Saya ikhlas Pak, karena niatan saya dari awal mendirikan madrasah ini hanya untuk mencari pahala buat bekal di akhirat nanti. Masalah rezeki mah sudah Allah atur… yang terpenting Anak-anak tetap semangat ngajinya itu sudah membuat saya semangat untuk mengajar” ucap Ustadz Dede.


Ustadz Dede tinggal bersama Istrinya di rumah panggung dengan dinding dari anyaman Bambu. Mereka hanya tinggal berdua saja, sedangkan anak-anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah dengan mereka. Untuk membantu suaminya, istri Ustadz Dede berjualan Seblak dan jajanan anak di bagian rumahnya yang dijadikan Warung sederhana. Dalam sehari, penghasilan dari warungnya tersebutm paling besar hanya 70 ribu perhari, itupun belum dipotong untuk modal.

“Alhamdulillah Pak… meski tidak banyak pendapatan dari warung ini, tapi insyaAllah cukup buat makan Kami berdua….”, ujar Ustadz Dede.

Setiap hari, Ustadz Dede melangkahkan kakinya menyusuri gang yang sepit menuju madrasah tempat Ia mengajar ngaji. Cape….Pasti..namun hal itu tidak menjadi masalah buat beliau, apa lagi dalam hal berdakwah padahal usianya sudah lanjut. Setiap harinyam Ustadz Dede mempersiapkan tempat untuk mengaji anak-anak,  dari mulai menyiapkan meja untuk kitab, memasang tikar sampai membersihkan papan tulis. Semua hal tersebut, beliau lakukan tanpa mengeluh. Tekadnya hanya satu, yaitu mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak kampung.

Sudah puluhan tahun Ustadz Dede mengabdi sebagai guru ngaji di kampung Cikawari ini, bahkan ada beberapa Orang tua dari anak yang saat ini menjadi muridnya. Saat ini, tidak kurang dari 40 anak yang belajar mengaji di Madrasah Al-Mubarokah, mulai dari jam 1 siang hingga selepas Maghrib, secara bergantian sesuai dengan kelas dan umur.

Sudah puluhan Tahun Madrasah Al-Mubaroqah ini tidak memiliki bangunan yang permanen. Sehingga, bangunan yang ada saat ini terlihat sangat tidak layak dan memadai untuk dijadikan tempat belajar mengaji. Atap madrasah hanya ditutupi dengan Plastik yang sudah sobek di beberapa bagiannya. Lantai yang masih tanah, hanya dialas dengan tikar ala kadarnya. Begitupun tiang-tiang penyangga yang hanya terbuat dari bambu atau kayu yang sudah rapuh.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 261)

#parapenderma, terbayang tidak, berapa banyak pahala yang akan didapatkan jika ikut berdonasi dalam pembangunan Madrasah Al-mubaroqah ini ? Akan ada puluhan, bahkan ratusan atau ribuan Anak yang bisa membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qu’an di Madrasah ini, belum lagi hafalan tersebut mereka gunakan untuk shalat dan mengaji setiap harinya selama hidup mereka. Apakah SahabtKU tidak tergiur dengan Pahala jariyah yang terus mengalir ini?

Mari kita ambil bagian dalam pembangunan Madrasah Al-mubaroqah, sekaligus mari Kita wujudkan Impian Anak-anak di kampung Cikawari untuk memiliki sebuah tempat mengaji ( Madrasah) yang layak dan Luas, dengan menyisihkan sebagian rezeki SahabatKU.

 

Disclaimer : Dana yang terkumpul dari penggalangan dana ini, akan digunakan untuk merenovasi Madrasah dan memenuhi sarana prasarana Madrasah Al-Mubaroqah. Jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk keperluan Masjid, Madrasah, Rumah Tahfidz dan Pondok pesantren lainnya, serta untuk program dan para penerima manfaat lain yang berada di bawah naungan penderma.id

Baiq diana amalia
Hamba Allah - Rp 10.000
Gathan Nayaka
Gathan Nayaka - Rp 10.000
Salman Alfarisi
Salman Alfarisi - Rp 10.000
Hamba Allah
Hamba Allah - Rp 20.000

Top