Dik Elisah, Balita Bersisik Anak Nelayan Ingin Sembuh

Penderma.id

Total Kebutuhan:

Rp 100.000.000

Setiap hari, Dik Elisah yang baru berusia 5 tahun menangis menahan rasa gatal dan perih di sekujur tubuhnya. Semakin digaruk, rasa gatal dan perihnya itu bukannya menghilang, malah tambah parah disertai dengan kulit yang semakin mengelupas dan tercecer di lantai-lantai kamarnya yang lembab. 


Selain kulitnya yang bersisik, jari-jari tangannya juga tidak bisa digerakkan. Bagian daun telinga kanan dan kirinya tidak sempurna, kepalanya hanya sedikit ditumbuhi rambut. Di bagian matanya, tidak tumbuh bulu dan kelopak matanya pun tidak dapat berkedip. Kondisi tersebut mengakibatkan mata Dik Elisah sering berair. Bahkan, saat tidur pun, mata Elisah tidak dapat tertutup. Dengan usia yang sudah hampir melewati masa balita, Elisah belum bisa berjalan sehingga harus digendong oleh kedua orangtuanya.



“Saya sangat sedih melihat anak saya yang tidak sama dengan orang lain, yang bisa main ke sana kemari dan selalu riang. Saya sangat berharap Elisah bisa segera sembuh terutama dari penyakit gatalnya yang sangat menyiksa,” isak Bu Yuyun (25 tahun), ibunda si kecil. 

Kelainan yang dialami Dik Elisah dialami sejak dari lahir. Menurut sang ibunda, sudah sejak lahir, wajah Elisah hanya berbentuk bulatan tanpa terlihat bentuk wajahnya dan cuma terlihat bagian bibirnya saja. Setelah beberapa lama, baru muncul hidung, telinga, dan bagian organ lainnya meski beberapa tidak sempurna dalam pertumbuhannya. 


Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata Dik Elisah mengidap penyakit yang sangat langka bernama Ichtyosis Vulgaris berupa kondisi kulit yang bersisik di seluruh tubuhnya. Akibat rasa gatal yang hebat ini, Dik Elisah terus menerus menggaruk kulitnya hingga terkelupas dan berceceran. Kata Bu Yuyun, kulit Dik Elisah tidak boleh kekeringan, juga tidak boleh kebasahan apalagi sampai berkeringat. Bahkan, terkena cahaya panas matahari secara langsung pun tidak boleh. Jika hal demikian terjadi, akan mengakibatkan kulitnya langsung mengalami iritasi parah yang bahkan bisa berdarah jika terus digaruk. 

“Terpaksa saya tidak membiarkan Elisah main di luar. Rasanya hati ini tersayat jika melihat Elisah sedang memandangi dari balik jendela bagaimana anak-anak seusianya sedang bermain di luar. Ingin sekali saya melihat Elisah main di luar, berlari-larian bersama teman-temannya, bermain sepeda-sepedaan. Satu-satunya hiburan bagi Elisah saat ini, adalah ayunan kayu yang dibuat oleh ayahnya,” Bu Yuyun semakin terisak. 


Rudi (30 tahun), ayah Dik Elisah, bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tidak lebih dari 20 ribu rupiah per hari. Perahu yang ia gunakan untuk mencari ikan pun diperoleh dari kebaikan kerabat yang mau meminjami. Pemasukannya tersebut membuat orangtua Dik Elisah sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan buah hatinya yang tidak ditanggung oleh BPJS. Ditambah lagi, untuk melakukan kontrol dan pengobatan, keluarga Dik Elisah harus menempuh perjalanan 60kilometer dari Subang ke Bandung yang memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit. Untuk mengurangi penderitaan Dik Elisah, sang ibunda hanya bisa mengoleskan krim pelembab sambil berharap bisa meringankan rasa gatal dan perih di kulitnya. 

Para penderma, Dik Elisah memerlukan bantuan kita semua untuk bisa segera sembuh dari penyakit langka yang amat menyiksanya. Yuk, bantu Dik Elisah sekarang juga!


Disclaimer:

1.  Donasi hanya akan disalurkan kepada penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan.

2.  Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain (penerima manfaat yang sejenis) di luar kampanye galang dana ini yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh penderma.id. 

3.  Tim penderma.id akan menentukan penyaluran bantuan berdasarkan bebagai faktor, seperti urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan faktor lainnya 

4.  Cerita yang ada di halaman kampanye ini akan diganti secara berkala sesuai dengan topik dan kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.

 Rifki wandira
Rifki wandira - Rp 50.000
 rahmadi
rahmadi - Rp 10.000
semoga lekas diberi kesembuhan dam kesehatan
 Siti Humaira Masni
Siti Humaira Masni - Rp 30.000
 H
H - Rp 10.000
 Ajab Jamaludin
Ajab Jamaludin - Rp 50.000
 Semoga sehat selal
Semoga sehat selal - Rp 10.000
 Adistyo
Hamba Allah - Rp 100.000
 Andrik Sugiarto
Andrik Sugiarto - Rp 10.000
 An
An - Rp 10.000
 sefa
sefa - Rp 20.000

Setiap hari, Dik Elisah yang baru berusia 5 tahun menangis menahan rasa gatal dan perih di sekujur tubuhnya. Semakin digaruk, rasa gatal dan perihnya itu bukannya menghilang, malah tambah parah disertai dengan kulit yang semakin mengelupas dan tercecer di lantai-lantai kamarnya yang lembab. 


Selain kulitnya yang bersisik, jari-jari tangannya juga tidak bisa digerakkan. Bagian daun telinga kanan dan kirinya tidak sempurna, kepalanya hanya sedikit ditumbuhi rambut. Di bagian matanya, tidak tumbuh bulu dan kelopak matanya pun tidak dapat berkedip. Kondisi tersebut mengakibatkan mata Dik Elisah sering berair. Bahkan, saat tidur pun, mata Elisah tidak dapat tertutup. Dengan usia yang sudah hampir melewati masa balita, Elisah belum bisa berjalan sehingga harus digendong oleh kedua orangtuanya.



“Saya sangat sedih melihat anak saya yang tidak sama dengan orang lain, yang bisa main ke sana kemari dan selalu riang. Saya sangat berharap Elisah bisa segera sembuh terutama dari penyakit gatalnya yang sangat menyiksa,” isak Bu Yuyun (25 tahun), ibunda si kecil. 

Kelainan yang dialami Dik Elisah dialami sejak dari lahir. Menurut sang ibunda, sudah sejak lahir, wajah Elisah hanya berbentuk bulatan tanpa terlihat bentuk wajahnya dan cuma terlihat bagian bibirnya saja. Setelah beberapa lama, baru muncul hidung, telinga, dan bagian organ lainnya meski beberapa tidak sempurna dalam pertumbuhannya. 


Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata Dik Elisah mengidap penyakit yang sangat langka bernama Ichtyosis Vulgaris berupa kondisi kulit yang bersisik di seluruh tubuhnya. Akibat rasa gatal yang hebat ini, Dik Elisah terus menerus menggaruk kulitnya hingga terkelupas dan berceceran. Kata Bu Yuyun, kulit Dik Elisah tidak boleh kekeringan, juga tidak boleh kebasahan apalagi sampai berkeringat. Bahkan, terkena cahaya panas matahari secara langsung pun tidak boleh. Jika hal demikian terjadi, akan mengakibatkan kulitnya langsung mengalami iritasi parah yang bahkan bisa berdarah jika terus digaruk. 

“Terpaksa saya tidak membiarkan Elisah main di luar. Rasanya hati ini tersayat jika melihat Elisah sedang memandangi dari balik jendela bagaimana anak-anak seusianya sedang bermain di luar. Ingin sekali saya melihat Elisah main di luar, berlari-larian bersama teman-temannya, bermain sepeda-sepedaan. Satu-satunya hiburan bagi Elisah saat ini, adalah ayunan kayu yang dibuat oleh ayahnya,” Bu Yuyun semakin terisak. 


Rudi (30 tahun), ayah Dik Elisah, bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tidak lebih dari 20 ribu rupiah per hari. Perahu yang ia gunakan untuk mencari ikan pun diperoleh dari kebaikan kerabat yang mau meminjami. Pemasukannya tersebut membuat orangtua Dik Elisah sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan buah hatinya yang tidak ditanggung oleh BPJS. Ditambah lagi, untuk melakukan kontrol dan pengobatan, keluarga Dik Elisah harus menempuh perjalanan 60kilometer dari Subang ke Bandung yang memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit. Untuk mengurangi penderitaan Dik Elisah, sang ibunda hanya bisa mengoleskan krim pelembab sambil berharap bisa meringankan rasa gatal dan perih di kulitnya. 

Para penderma, Dik Elisah memerlukan bantuan kita semua untuk bisa segera sembuh dari penyakit langka yang amat menyiksanya. Yuk, bantu Dik Elisah sekarang juga!


Disclaimer:

1.  Donasi hanya akan disalurkan kepada penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan.

2.  Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain (penerima manfaat yang sejenis) di luar kampanye galang dana ini yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh penderma.id. 

3.  Tim penderma.id akan menentukan penyaluran bantuan berdasarkan bebagai faktor, seperti urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan faktor lainnya 

4.  Cerita yang ada di halaman kampanye ini akan diganti secara berkala sesuai dengan topik dan kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.

Rifki wandira
Rifki wandira - Rp 50.000
rahmadi
rahmadi - Rp 10.000
semoga lekas diberi kesembuhan dam kesehatan
Siti Humaira Masni
Siti Humaira Masni - Rp 30.000
H
H - Rp 10.000
Ajab Jamaludin
Ajab Jamaludin - Rp 50.000
Semoga sehat selal
Semoga sehat selal - Rp 10.000
Adistyo
Hamba Allah - Rp 100.000
Andrik Sugiarto
Andrik Sugiarto - Rp 10.000
An
An - Rp 10.000
sefa
sefa - Rp 20.000

Top