ABAH SAEP, KAKEK LUMPUH DENGAN LUKA BAU BUSUK, HIDUP SEBATANG KARA

Penderma.id

Total Kebutuhan:

Rp 95.000.000

Abah Saep (76 tahun) mengalami patah tulang sejak lama dan tidak pernah tertangani dengan baik. Akibat ketiadaan biaya, ia baru sekali berobat ke Puskesmas yang jarangnya kurang lebih 12 kilometer. Selebihnya, Abah Saep hanya mampu memanggil tukang urut yang tidak benar-benar mampu mengobati patah tulangnya untuk jangka panjang. Tidak adanya penanganan medis yang memadai ini membuat patang tulang kakinya berubah menjadi luka terbuka yang sudah membusuk dengan bau menyengat. Lukanya itu hanya dibalut dengan menggunakan kain usang yang di dalamnya terdapat dua buah kayu sebagai penyangga.   


Kondisinya diperparah dengan kenyataan bahwa Abah tinggal sebatang kara di sebuah rumah petak sempit yang hanya berukuran 3 x 4 meter di sebuah kampung pelosok di daerah Cianjur Selatan. Sejak istrinya meninggal karena sakit belasan tahun yang lalu, Abah hanya ditemani seekor kucing yang sangat ia sayangi. Dari pernikahannya tersebut, Abah juga tidak dikaruniai anak sehingga saat ini tiada satupun orang yang mengurusnya. 


Di rumahnya yang sempit, Abah hanya bisa tiduran tanpa bisa melakukan apapun. Akibat kondisi kakinya yang kian parah, tidurnya pun hanya bisa menyamping, tidak bisa telentang ataupun tengkurap. Mirisnya lagi, jarak antara tempat tidur dengan pembuangan kotoran hanya berjarak sekitar 3 meter dengan triplek usang sebagai pembatasnya. Keseharian Abah Saep hanya beraktivitas di dalam rumah saja, sambil sesekali menyeret tubuhnya ke depan pintu untuk hanya sekadar menghilangkan kejenuhan. Abah Saep harus segera diobati supaya kakinya tidak harus diamputasi. Abah tidak mau hal itu terjadi. 

“Jangankan untuk biaya berobat, Pak, untuk makan saja Abah kadang makan nasi sisa kemarin dengan garam dan micin,” ucap Abah dengan suara lirih. 


Para penderma, terbayangkah kondisi Abah Saep yang hidup sendirian tanpa ada yang merawat, dengan luka yang sudah berbau busuk dengan ancaman akan diamputasi jika tidak diobati? Yuk, kita bantu pengobatan luka Abah Saep!

Disclaimer:

1.Donasi hanya akan disalurkan kepada penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan 

2.Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain (penerima manfaat yang sejenis) di luar cerita halaman galang dana ini yang telah memenuhi syarat & ketentuan yang ditetapkan oleh penderma.id 

3.Tim penderma akan menentukan pemilhan penyaluran bantuan berdasarkan bebagai faktor, seperti urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan faktor lainnya 

4. Cerita yang ada di halaman campaign ini akan diganti secara berkala sesuai dengan topik & kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.


 Hamba Allah
Hamba Allah - Rp 10.000
 Hamba Allah
Hamba Allah - Rp 30.000
Semoga sehat
 HamyahRukminiSyafeiSyabai
HamyahRukminiSyafeiSyabai - Rp 10.000
 Hamba allah
Hamba allah - Rp 10.000
 Revika Rachmaniar
Revika Rachmaniar - Rp 10.000

Abah Saep (76 tahun) mengalami patah tulang sejak lama dan tidak pernah tertangani dengan baik. Akibat ketiadaan biaya, ia baru sekali berobat ke Puskesmas yang jarangnya kurang lebih 12 kilometer. Selebihnya, Abah Saep hanya mampu memanggil tukang urut yang tidak benar-benar mampu mengobati patah tulangnya untuk jangka panjang. Tidak adanya penanganan medis yang memadai ini membuat patang tulang kakinya berubah menjadi luka terbuka yang sudah membusuk dengan bau menyengat. Lukanya itu hanya dibalut dengan menggunakan kain usang yang di dalamnya terdapat dua buah kayu sebagai penyangga.   


Kondisinya diperparah dengan kenyataan bahwa Abah tinggal sebatang kara di sebuah rumah petak sempit yang hanya berukuran 3 x 4 meter di sebuah kampung pelosok di daerah Cianjur Selatan. Sejak istrinya meninggal karena sakit belasan tahun yang lalu, Abah hanya ditemani seekor kucing yang sangat ia sayangi. Dari pernikahannya tersebut, Abah juga tidak dikaruniai anak sehingga saat ini tiada satupun orang yang mengurusnya. 


Di rumahnya yang sempit, Abah hanya bisa tiduran tanpa bisa melakukan apapun. Akibat kondisi kakinya yang kian parah, tidurnya pun hanya bisa menyamping, tidak bisa telentang ataupun tengkurap. Mirisnya lagi, jarak antara tempat tidur dengan pembuangan kotoran hanya berjarak sekitar 3 meter dengan triplek usang sebagai pembatasnya. Keseharian Abah Saep hanya beraktivitas di dalam rumah saja, sambil sesekali menyeret tubuhnya ke depan pintu untuk hanya sekadar menghilangkan kejenuhan. Abah Saep harus segera diobati supaya kakinya tidak harus diamputasi. Abah tidak mau hal itu terjadi. 

“Jangankan untuk biaya berobat, Pak, untuk makan saja Abah kadang makan nasi sisa kemarin dengan garam dan micin,” ucap Abah dengan suara lirih. 


Para penderma, terbayangkah kondisi Abah Saep yang hidup sendirian tanpa ada yang merawat, dengan luka yang sudah berbau busuk dengan ancaman akan diamputasi jika tidak diobati? Yuk, kita bantu pengobatan luka Abah Saep!

Disclaimer:

1.Donasi hanya akan disalurkan kepada penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan 

2.Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain (penerima manfaat yang sejenis) di luar cerita halaman galang dana ini yang telah memenuhi syarat & ketentuan yang ditetapkan oleh penderma.id 

3.Tim penderma akan menentukan pemilhan penyaluran bantuan berdasarkan bebagai faktor, seperti urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan faktor lainnya 

4. Cerita yang ada di halaman campaign ini akan diganti secara berkala sesuai dengan topik & kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.


Hamba Allah
Hamba Allah - Rp 10.000
Hamba Allah
Hamba Allah - Rp 30.000
Semoga sehat
HamyahRukminiSyafeiSyabai
HamyahRukminiSyafeiSyabai - Rp 10.000
Hamba allah
Hamba allah - Rp 10.000
Revika Rachmaniar
Revika Rachmaniar - Rp 10.000

Top