Lanisa Tunanetra, Bantu Perjuangan Abah Entang

-

Total Kebutuhan:

Rp 150.000.000

Abah Entang (70 tahun) adalah seorang tukang pijat panggilan dengan kondisi mata yang buta. 


Dari pekerjaannya sebagai tukang pijat, Abah Entang mendapat penghasilan sekitar 10 ribu sampai dengan 30 ribu per hari, tergantung dari banyaknya panggilan untuk Abah. Kadang jika tidak ada panggilan sama sekali, Abah Entang hanya makan nasi dengan taburan garam saja.


Jika harus berjalan untuk memenuhi panggilan memijat, ia harus berjalan kaki dengan menggunakan tongkat usangnya sebagai penuntun jalan. Padahal, jalan yang dilaluinya sangat terjal dan berbatu. Maklum, abah tinggal di rumah bambu yang terletak di pelosok.


Dengan kondisi yang serba kekurangan, Abah Entang selalu bersyukur atas segala sesuatu yang sudah diberikan kepada diri dan keluarganya. “Abah sangat bersyukur Alhamdulillah. Dengan kondisi ini, Abah jadi semakin mengingat Allah. makanya Abah sebisa mungkin tidak meninggalkan shalat,” ujar Abah Entang.


Abah tinggal bersama cucunya yaitu Rendi (7 tahun). Rendi ditinggal Ayah dan ibunya akibat bercerai. Saat ini, hanya Abah Entang yang mau mengurusnya.


Harapan Abah Entang adalah memiliki modal usaha untuk sekadar berjualan jajanan anak di rumahnya atau memiliki beberapa ekor kambing untuk dipelihara. Ia ingin agar bisa menambah penghasilan demi menghidupi keluarganya dan membiayai sekolah Rendi.


Para Penderma, tidakkah hati Anda terketuk melihat keinginan Abah Entang untuk bisa menyekolahkan Rendi?


Yuk bantu Abah Entang sekarang juga!

 maria ulfa
Hamba Allah - Rp 10.000
Semoga bermanfaat ya pak dan bu.
 Anesa Zulfa
Anesa Zulfa - Rp 20.000
 Prema karira
Prema karira - Rp 50.000
 Azka cell
Azka cell - Rp 20.000
 amalia meilita
Hamba Allah - Rp 10.000
 Q
Q - Rp 20.000
 Lucy
Lucy - Rp 10.000
 No name
No name - Rp 50.000
 Ulfia
Ulfia - Rp 50.000
 Fatimah
Fatimah - Rp 10.000

Abah Entang (70 tahun) adalah seorang tukang pijat panggilan dengan kondisi mata yang buta. 


Dari pekerjaannya sebagai tukang pijat, Abah Entang mendapat penghasilan sekitar 10 ribu sampai dengan 30 ribu per hari, tergantung dari banyaknya panggilan untuk Abah. Kadang jika tidak ada panggilan sama sekali, Abah Entang hanya makan nasi dengan taburan garam saja.


Jika harus berjalan untuk memenuhi panggilan memijat, ia harus berjalan kaki dengan menggunakan tongkat usangnya sebagai penuntun jalan. Padahal, jalan yang dilaluinya sangat terjal dan berbatu. Maklum, abah tinggal di rumah bambu yang terletak di pelosok.


Dengan kondisi yang serba kekurangan, Abah Entang selalu bersyukur atas segala sesuatu yang sudah diberikan kepada diri dan keluarganya. “Abah sangat bersyukur Alhamdulillah. Dengan kondisi ini, Abah jadi semakin mengingat Allah. makanya Abah sebisa mungkin tidak meninggalkan shalat,” ujar Abah Entang.


Abah tinggal bersama cucunya yaitu Rendi (7 tahun). Rendi ditinggal Ayah dan ibunya akibat bercerai. Saat ini, hanya Abah Entang yang mau mengurusnya.


Harapan Abah Entang adalah memiliki modal usaha untuk sekadar berjualan jajanan anak di rumahnya atau memiliki beberapa ekor kambing untuk dipelihara. Ia ingin agar bisa menambah penghasilan demi menghidupi keluarganya dan membiayai sekolah Rendi.


Para Penderma, tidakkah hati Anda terketuk melihat keinginan Abah Entang untuk bisa menyekolahkan Rendi?


Yuk bantu Abah Entang sekarang juga!

maria ulfa
Hamba Allah - Rp 10.000
Semoga bermanfaat ya pak dan bu.
Anesa Zulfa
Anesa Zulfa - Rp 20.000
Prema karira
Prema karira - Rp 50.000
Azka cell
Azka cell - Rp 20.000
amalia meilita
Hamba Allah - Rp 10.000
Q
Q - Rp 20.000
Lucy
Lucy - Rp 10.000
No name
No name - Rp 50.000
Ulfia
Ulfia - Rp 50.000
Fatimah
Fatimah - Rp 10.000

Top